6. لاَ يُشَكِّكَنَّ فِى
الْوَعْـدِ, عَدَمُ وُقُـوْعِ الْمَوْعُوْدِ, وَإِنْ تَعَيَّنَ زَمَانُهُ
Jangan meragukan janji, meskipun yang dijanjikan itu belum terjadi, padahal telah jelas tiba waktunya nanti.
Oleh karenanya, jangan sekali-kali meragukan
janji Allah yang pasti, walau belum wujud nyata terjadi, sedangkan kita telah
mengetahui dengan jelas akan waktu kedatangan janji itu lewat mimpi sejati
atau melalui ilham rahmani. Maka janganlah kita ragukan janji itu walau
lewat mimpi, sebab mimpi yang sejati adalah benar adanya, maka janganlah kita
meragukannya. Sebab mimpi benar itu termasuk seper empat puluh lima dari
berita kenabian. Rasulullah bersabda :
حَدِيثُ
أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اقْتَرَبَ الزَّمَانُ لَمْ تَكَدْ رُؤْيَا
الْمُسْلِمِ تَكْذِبُ وَأَصْدَقُكُمْ رُؤْيَا أَصْدَقُكُمْ حَدِيثًا وَرُؤْيَا
الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ
خَمْسٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ
وَالرُّؤْيَا ثَلَاثَةٌ فَرُؤْيَا الصَّالِحَةِ بُشْرَى مِنَ اللَّهِ وَرُؤْيَا
تَحْزِينٌ مِنَ الشَّيْطَانِ وَرُؤْيَا مِمَّا يُحَدِّثُ الْمَرْءُ نَفْسَهُ
فَإِنْ رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يَكْرَهُ فَلْيَقُمْ فَلْيُصَلِّ وَلاَ يُحَدِّثْ
بِهَا النَّاسَ قَالَ وَأُحِبُّ الْقَيْدَ وَأَكْرَهُ الْغُلَّ وَالْقَيْدُ
ثَبَاتٌ فِي الدِّينِ فَلَا أَدْرِي هُوَ فِي الْحَدِيثِ أَمْ قَالَهُ ابْنُ
سِيرِينَ
Diriwayatkan
dari Abu Hurairah r.a berkata : Dari Nabi SAW. Bersabda : Apabila kiamat
semakin dekat, mimpi seorang muslim hampir tidak dusta. Mimpi salah seorang di
antara kamu yang paling dekat dengan kebenaran adalah mimpi orang yang paling
jujur dalam berbicara. Mimpi seorang muslim adalah satu daripada empat puluh
lima bagian kenabian. Mimpi itu sendiri terbagi kepada tiga aspek yaitu :
Mimpi baik, adalah khabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi sedih, adalah
mimpi yang datang dari syetan. Kemudian mimpi yang datang dari bisikan diri
sendiri, yaitu jika salah seorang di antara kamu bermimpi yang tidak menyenangkan,
maka hendaklah beliau bangun dari tidur lalu mengerjakan sembahyang dan
dikehendaki jangan beliau ceritakan mimpi tersebut kepada manusia. Baginda
bersabda lagi : Aku sangat menyukai seutas tali dan tidak menyukai sebuah
belenggu. Tali adalah lambang keteguhan dalam beragama. Akan tetapi aku tidak
tahu apakah yang terakhir ini adalah termasuk Hadist atau sekadar ucapan Ibnu
Sirin saja. (HR.
Bukhari dan Muslim).
Namun apabila
kita telah yakin akan kebenaran janji Allah lewat mimpi tersebut, maka
jangan ragu-ragu. Sebab prasangka jelek mengakibatkan keburukan. Dan
kokohnya keyakinan dan iman itu muncul dari kemantapan hati. Rasulullah SAW. bersabda
:
لاَ
يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ وَلاَ يَسْتَقِيْمُ
قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ لِسَانُهُ
Tiada
berdiri tegak iman seorang hamba sehingga kokoh hatinya, dan tiada kokoh
hatinya sehingga tegas (jujur) ucapannya. (HR. Ahmad).
Orang mukmin yang demikian hatinya dipenuhi
cahaya-Nya, merekapun diberi firasat oleh Allah SWT. untuk mengetahui bahwa
janji Allah itu benar adanya dan tak mungkin diingkari-Nya. Rasulpun bersabda :
اِتَّقُوْا فِرَسَةَ الْمُؤْمِنِ, فَاِنَّهُ يَنْظُرُ
بِنُوْرِ اللهِ
Waspadalah
terhadap firasat seorang mukmin, sesungguhnya dia itu memandang dengan nur
Allah SWT. (HR. At-Tirmidzi dan Ath-Thabrani).
Maka janganlah kita ragu-ragu dalam berdo’a.
Sebab rasulullah melarang berdo’a ragu-ragu. Beliau bersabda :
إِذَا
دَعَا اَحَدُكُمْ فَلاَ يَقُلْ : اَللّهُمَّ اغْفِرْلِى إِنْ شِئْتَ, اِرْحَمْنِى
اِنْ شِئْتَ, اُرْزُقْنِى اِنْ شِئْتَ, وَلْيَعْزِمْ مَسْئَلَتَهُ اِنَّهُ
يَفْعَلُ مَا شَاءَ لاَ مُكْرِهَ لَهُ
Apabila kamu
berdo’a janganlah berkata : “Ya Allah, ampunilah aku kalau Engkau menghendaki,
rahmatilah aku bila Engkau menghendaki dan berilah aku rizki jika Engkau
menghendaki. “Hendaklah kamu bermohon dengan kesungguhan hati sebab Allah
berbuat segala apa yang dikehendaki-Nya dan tidak ada paksaan terhadap-Nya.
(HR. Bukhari dan Muslim).
No comments:
Post a Comment