9. فَاِنَّهُ مَافَتَحَهَا
لَكَ إِلاَّ وَهُوَ يُرِيْدُ أَنْ يَتَعَرَّفَ إِلَيْكَ.أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ
التَّعَرُّفَ هُوَ مُرِيْـدُهُ عَلَيْـكَ؟
Sungguh Ia tidak membukanya untukmu, kecuali Dia hanya ingin menyapamu.
Tahukah engkau, sesungguhnya jalan makrifat itu Dia menghendakinya untukmu?.
Maka sungguh Dia tidak membuka gerbang ma’rifat itu untuk kita, melainkan hanya Dia berkehendak untuk
memperkenalkan diri-Nya. Sebab amal kebaikan yang kita haturkan kepada-Nya,
tidaklah sebanding sama sekali dengan limpahan anugerah yang diberikan oleh-Nya
kepada kita. Maka kiranya tak pantas bagi kita untuk mendekati-Nya, namun
karena Alloh menyapa dan memperkenalkan diri-Nya, maka tak ada alasan bagi kita
untuk tidak menyambut-Nya, apalagi malah menjauhi-Nya.
Sebab itulah rasullullah SAW. Senantiasa berdzikir kepada Allah SWT.
setiap saat.
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ
عَليْهِ وَسَلَّمَ , يَذْكُرُاللهَ فِى كُلِّ اَحْيَانِهِ
Adalah Rasulullah SAW. Senantiasa berdzikir kepada Allah dalam setiap
waktu. (HR. Muslim).
Rasulullah SAW. bersabda :
أَلاَ اُخْبِرُكُمْ بِخَيْرِ اَعْمَالِكُمْ وَاَرْفَعِهَا فِيْ
دَرَجَاتِكُمْ وَاَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيْكِكُمْ, وَخَيْرٌ مِنْ اِعْطَاءِ الذَّهَبِ
وَالْوَرَقِ وَخَيْرٌ لَكُمْ مِنْ اَنْ تَلْقَوْا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرَبُوْا
اَعْنَاقَكُمْ ؟ قَالُوْا بَلَى, قَالَ : ذِكْرُ اللهِ.
Maukah engkau aku beri tahu tengtang amalanmu yang terbaik, dan dapat
menjadikan derajatmu tinggi, dan dapat menjadikan kamu suci di hadapan Malikmu,
serta lebih baik daripada menerima emas dan
perak, serta lebih baik bagimu daripada berperang melawan musuh-musuhmu yang
kamu potong lehernya atau mereka memotong lehermu?. Para sahabat menjawab :
“Ya “. Beliau bersabda : “Dzikrullah”. ( HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Sebab itulah rasulullah SAW. bersabda :
مَثَلُ الَّذِيْ يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِيْ لاَيَذْكُرُ مَثَلُ الْحَيِّ
وَالْمَيِّتِ
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabnya dan orang yang tidak mau
berdzikir, ibarat orang hidup dan bangkai. (HR. Bukhari dan Muslim).
Sehingga beliu SAW. memberi julukan kepada ahli dzikir itu dengan “Al-Mufarriduun”, sebuah julukan yang
asing bagi para sahabat. Dan orang-orang ahli dzikir itu nantinya akan berjalan
menuju surga sangat cepatnya, dan beliau menyatakan atas mereka sebagai orang
yang menang pacuan. Sebagaimana sabdanya :
سَبَقَ الْمُفَرِّدُوْنَ قَالُوْا : وَمَاالْمُفَرِّدُوْنَ يَارَسُوْلَ
اللهِ؟ قَالَ : الذَّاكِرُوْنَ اللهَ وَالذَّاكِرَاتِ
Menang pacuan “Al-Mufarriduun” itu. Para sahabat bertanya : “Apa al-Mufarriduun itu,
wahai Rasulullah?” Rasul menjawab : “ Laki-laki dan para wanita yang gemar
berdzikir kepada Allah SWT.”. (HR. Muslim).
Bagaimanakah dzikir dan rizki yang baik itu?. rasulullah SAW. bersabda:
خَيْرُالذِّاكْرِ الْخَفِيِّ وَخَيْرُ الرِّزْقِ مَا
يَكْفِيْ.
Sebaik-baik dzikir adalah samar dan
sebaik-baik rizki adalah yang mencukupi (HR. Abu Ya’la).
No comments:
Post a Comment